Friday, 06 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
ECB Harus Membuka Peluang Pemangkasan Suku Bunga
Friday, 29 November 2024 04:32 WIB | ECONOMY |EUROPE

Bank Sentral Eropa harus tetap membuka opsinya untuk pemangkasan suku bunga yang lebih besar bulan depan dan suku bunga kebijakannya pada akhirnya dapat turun ke level yang sekali lagi merangsang pertumbuhan, kata pembuat kebijakan ECB Francois Villeroy de Galhau pada hari Kamis.

Harga pasar keuangan menunjukkan investor mengharapkan bank sentral untuk menurunkan biaya pinjaman setidaknya seperempat poin lagi pada pertemuan berikutnya pada tanggal 12 Desember. Beberapa pelaku pasar bahkan mengharapkan pemangkasan yang lebih besar, seperti yang ditunjukkan oleh aktivitas taruhan dalam beberapa hari terakhir.

"Dilihat dari hari ini, ada banyak alasan untuk memangkas pada tanggal 12 Desember. Opsi harus tetap terbuka pada ukuran pemangkasan, tergantung pada data yang masuk, proyeksi ekonomi, dan penilaian risiko kami," kata Villeroy dalam pidatonya di bank sentral Prancis, yang juga dipimpinnya.

Ia menambahkan bahwa ECB juga tidak boleh mengesampingkan kemungkinan pemangkasan pada pertemuan berikutnya.

Setelah Desember, investor memperkirakan ECB akan memangkas suku bunga di setiap pertemuan mendatang setidaknya hingga Juni mendatang, sehingga suku bunga simpanannya dari 3,25% saat ini menjadi 1,75% pada akhir tahun 2025.

Karena inflasi bertahan lama pada target 2% ECB dan prospek pertumbuhan tetap lamban, Villeroy mengatakan suku bunga setidaknya harus mengarah ke level yang tidak membatasi atau merangsang pertumbuhan, yang ia tetapkan pada 2-2,5%.

"Haruskah kita melangkah lebih jauh...? Saya tidak akan mengesampingkannya di masa mendatang, jika pertumbuhan tetap rendah dan inflasi berisiko turun di bawah target," kata Villeroy.(Cay) Newsmaker.id

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS
Ketegangan Baru Rusia dan Amerika...
Thursday, 8 January 2026 23:29 WIB

Ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Rusia kembali mencuat setelah insiden yang melibatkan kapal tanker minyak, memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan arus pasokan energi global. La...

Klaim Pengangguran Naik, Pasar Siaga Jelang NFP...
Thursday, 8 January 2026 20:39 WIB

Menurut laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS (DOL) yang dirilis pada hari Kamis, jumlah warga AS yang mengajukan permohonan baru untuk asuransi pengangguran naik menjadi 208 ribu untuk pekan yang b...

Isu Pengambilalihan Greenland oleh AS Picu Kekhawatiran, Benarkah NATO Terancam Pecah....
Wednesday, 7 January 2026 23:41 WIB

Isu geopolitik kembali memanas setelah muncul pernyataan dan sinyal politik dari Amerika Serikat yang memicu spekulasi mengenai kemungkinan langkah AS untuk mengambil alih Greenland. Meski belum ada t...

Pekerjaan Swasta AS Hanya Naik 41K, Di Bawah Estimasi...
Wednesday, 7 January 2026 20:28 WIB

Tingkat pekerjaan swasta dalam laporan ADP naik lebih rendah dari yang diperkirakan para ekonom pada bulan Desember. Tingkat pekerjaan swasta naik 41.000 (estimasi +50.000) pada bulan Desember diband...

Mineral Greenland Atau Faktor keamanan Alasan Diam-Diam di Balik Ambisi AS...
Wednesday, 7 January 2026 06:27 WIB

Greenland bukan hanya soal lokasi strategis, tapi juga gudang mineral penting dunia. Pulau ini menyimpan cadangan besar rare earth elements (REE) atau mineral tanah jarang yang sangat dibutuhkan untuk...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS